Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
ARTAV, Anti Virus Lokal Buatan Bocah SMP

ARTAV, Anti Virus Lokal Buatan Bocah SMP

Apa yang ada di benak anda tentang seorang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama? Mungkin ada yang berpikiran tentang playstation, game online, facebookan, pacaran dan atau malah tawuran. Wajar, karena itu memang potret yang berkembang di masyarakat kita. Boro-boro mengharumkan nama bangsa, menjaga agar tidak berbuat kerusakan saja masih sulit. Kita kini memang butuh figur inspiratif yang dapat menginspirasi anak-anak bangsa untuk berbuat hal yang positif.
 
Photobucket
Screen Shot anvir ARTAV



Agaknya, Arrival Dwi Sentosa akan sedikit membelokkan persepsi negatif kita tersebut. Bocah 13 tahun yang masih duduk di bangku SMP ini dikenal sebagai pembuat anti virus lokal terbaik saat ini. Prestasi ini terbilang cukup membanggakan mengingat usianya yang masih sangat belia. Dan menciptakan sebuah program handal yang dapat bersaing dengan produk buatan orang dewasa tentu saja menggairahkan.

Bermodalkan buku-buku dan internet, Ival berhasil membuat sebuah antivirus tangguh. Ya otodidak, sebab Ival paham dengan kemampuan orang tuanya. Hingga ia harus belajar sendiri dari buku dan internet.

Adalah Artav, nama anti virus tersebut. Awalnya Ival -panggilan Arrival Dwi Sentos- mempromosikan anti virus buatannya lewat facebook. Di jejaring sosial tersebut ia mendapat banyak tanggapan yang membuatnya semakin giat dalam pengembangan anti virus tersebut. Bekerja sama dengan kakaknya Taufik Aditya Utama sebagai pendesain tampilan, ARTAV kini telah diunduh sebanyak 26.000 an unduhan.

Meski anvir ini dibuat oleh bocah usia kelas dua SMP, jangan kira hasilnya main-main. Bahkan forum-forum online menobatkannya menjadi salah satu penangkal virus lokal terbaik saat ini. Artav merupakan antivirus berbasis visual basic dan antivirus ini support 100 persen unicode system. Fitur-fitur di dalamnya antara lain Realtime Protection, Anti Hacker, Mail Scanner, USB Protected dan Link Scanner. Bahkan di versi terbarunya 2.4, Artav juga menambahkan fitur Worm Detector dan Rootkit Detector.

Dalam perjalanannya anvir ini memang mengalami banyak kendala. Sang kreator pun bahkan kadang tak tahan dengan kritik yang ditujukan padanya hingga pernah ia menangis. Padahal cuma error sedikit dan langsung dia perbaiki. Kelebihan lain dari anvir ini adalah update virus signature yang dilakukan secara berkala. Sebab, kelemahan-kelemahan anvir umumnya ialah jarangnya diupdate sementara varian-varian virus terus berkembang setiap saat. Jadi, anvir dengan updatan terbaru lah yang dapat mendeteksi virus yang baru muncul.

Apapun itu, usaha dan kerja keras Ival perlu kita beri apresiasi positif. Tak hanya dalam bentuk dukungan moral, kita juga bisa memberikan dukungan nyata berupa donasi bagi sang programmer untuk terus mengembangkan anvir buatannya.

Satu doa untuk Ival, mudah-mudahan Artav tidak dibajak oleh orang lain meski Artav belum dipatenkan karena alasan klise lain. Ketidaktahuan dan ketiadaan biaya. Hmmm… oh negeriku.
Open Comments

Posting Komentar untuk "ARTAV, Anti Virus Lokal Buatan Bocah SMP"